ASPEK PSIKOSOSIAL DALAM PENANGANAN HIPERTENSI

Gangguan Jiwa Berat : 0,46 %
1.
DKI Jakarta :
2,03 %
2.
Aceh :
1,85 %
3.
Sumbar :
1,67 %
Beliau bercerita saat bekerja di Australia sebagai perawat
bedah bahwa pasien tidak boleh nyeri. Misalkan gangguan mental emosional
sebesar 11,6% berdasarkan riset kesehatan dasar. Disimpulkan sehat jiwa 88,94%,
mental emosional 11,6%, gangguan jiwa 0,46%. Dapat disimpulkan bahwa estimasi
kesehatan mental emosional yang terganggu sebanyak 20,3 juta orang. Penelitian
menyebutkan bahwa tingkat depresi terbesar adalah TBC sebesar diatas 46%,
HIV/AIDS sebesar diatas 44% atau kedua tingkat depresinya setelah TBC dalam
populasi umum 10%.
Gangguan mental emosional
menyebabkan :
-
Kualitas hidup terganggu
-
Kualitas kerja terganggu
-
Produktifitas terganggu
Target kesehatan jiwa:
1.
Sehat jiwa tetap sehat
2.
Resiko gangguan jiwa jadi sehat jiwa
3.
Gangguan jiwa jadi mandiri dan produktif
Proses adaptasi holistik memiliki konsep:
-
Komprehensif
-
Holistik
-
Terus-menerus
-
Paripurna
Holistik menuntut kebutuhan psikososial seperti budaya,
stres adaptasi, konsep diri, kehilangan, spiritual. Pendekatan stres adaptasi
merupakan stresor yang menjadikan adapti f tersebut dalam edukasi dalam
pendekatan psikososial yaitu pemicu (stressor) meliputi perubahan fungsi,
makanan sehari-hari, Stess bio psikososial
yang bertujuan mencapai
pengobatan optimal.
Kebutuhan psikososial “self-concept”
-
Self-esteem (harga diri)
-
Body image (citra tubuh)
-
Role (peran)
-
Identity (Identitas)
-
Self-Ideal (Cita-cita)
Kebutuhan psikososial kehilangan
-
Denial (mengingkari)
-
Anger (marah)
-
Bargaining (tawar-menawar)
-
Depression (depresi)
-
Acceptance (menerima)
Kebutuhan spiritual
-
Love
-
Trust
-
Hope
-
Forgiveness
-
Meaning
Asuhan Keperawatan yang perlu dikuasai;
1.
Ansietas
1.1. Ansietas
1.2. Gangguan
citra tubuh
1.3. Harga
diri rendah situasional
2.
Depresi
2.1. Ketidakberdayaan
2.2. Keputusasaan
Dapat direvisi kemudian
0 Komentar Anda:
Posting Komentar