Our social:

Kamis, 03 Oktober 2013

New Updates on Statin Evidences : Opportunities for better CV Outcomes & Balanced-safety



Statin banyak digunakan dewasa ini meskipun berbeda-beda dalam jenisnya ada yang murah ada pula yang mahal yang tentunya masalah safety lebih baik. Risk Factor athelosklerotik yang mengganggu, menyempitkan pembuluh darah sehingga mengecil. Sehingga menimbulkan acute coronary syndrome.

Lingkaran setan terjadi antara atherosclerosis à CAD à Ischemia myocard dan menyebabkan trombosis
Selanjutnya terjadilah yang dinamakan acute coronary syndrome dan stroke.
Yang selanjutnya menyebabkan aritmia kemudian terjadi remodelling, ventricular dilatation, congestive failure à terjadi end stage dari penyakit jantung tersebut.

Sebelum terjadi apa yang dinamakan ACS dan Stroke tangani dahulu risk factor :
1.       Dyslipidemia
2.       Peningkatan BP
3.       DM
4.       Insulin Resistance
5.       Platelets
6.       Fibrinogen
Berdasarkan penelitian tentang Lipid lowering treatment oleh Jeung et al tahun 2011, indonesia menempati 31,3 % atau termasuk terendah di Asia. Malaysia sendiri sebesar 45,1%, dan yang paling baik untuk treatment kolesterol jahat adalah Hongkong yang mencapai 82% tertangani oleh medis.
ATP III : Major CHD Risk Factors Other Than LDL-C, antara lain;
-          Cigarette smoking
-          Hypertension: BP 140/90 mmHg or on antihypertensive medication
-          Low HDL-C: <40 dll="" mg="" p="">
-          Family history of premature CHD (1st-degree relative) :
-          Male relative age < 55 years
-          Female relative age <65 p="" years="">
-          Age
-          Male 45 years
-          Female 55 years
-          HDL-C mg/dL is a negative risk factor and negates one risk factor.
Demikian sekilas dari penjelasan dr. Kusharjadi, Sp.JP, dokter senior ahli Jantung di RSUD dr. Kanujoso Djatiwibowo Balikpapan (4/10/13). Kemudian berdasarkan penelitian lain didapatkan 48% relatif menurunkan potensi ancaman stroke justru karena pemberian placebo atau statin. Sehingga dibandingkan placebo atau statin relatif aman. Dengan pemberian dua-duanya makan dapat disimpulkan aman.

Penelitian selanjutnya dengan mengambil 2442 pasien dengan penyakit jantung koroner yang diberikan atorvastatin 10-80 mg/hari ditirtasi untuk LDL-C <80 atau="" dengan="" dl="" dosis="" lebih="" mg="" mudahnya="" perhari="" rata-rata="" span="" style="mso-spacerun: yes;"> 
sebesar 40 mg. Kemudian dilakukan pemantauan selama 4 tahun. Penelitian oleh De Backer G et al tahun 2003 tersebut menunjukkan penurunan hingga 47% untuk angka kejadian fatal karena penyakit jantung koroner. Yang mengejutkan adalah perbedaan plaque/sumbatan yang terjadi pada pembuluh darah koroner sangat berbeda sehingga dapat dibedakan antara plaque yang tidak stabil (unstable plaque) dan plak yang stabil (stable plaque). Menurut reversal study atorvastatin mereduksi volume atheroma dan meningkatkan perbaikan dari area lumen menjadi lebih lebar ditunjukkan dengan angka dari 7,7 mm2 to 9,8 mm2. Dalam Reversal tersebut atorvastatin 80 mg perlahan menurunkan proses atherosclerosis selama 18 bulan. Kesimpulan dari REVERSAL antara lain;
-          Penggunaan statin dengan intensif untuk terapi (atorvastatin 80 mg) perlahan menunjukkan proses aterosklerosis secara signifikan lebih besar dibandingkan penggunaan terapi secara moderat (pravastatin 40 mg)
-          Atherosclerosis menunjukkan untuk proses dalam pasien untuk penggunaan statin secara moderate, namun proses lebih berat jika dilakukan secara intensif
-          Penggunaan statin secara intensif menurunkan LDL cholesterol dan CRP secara signifikan lebih besar dari pengobatan secara moderat.
-          Sangat besar menurunkan proses penyakit dalam pengamatan dengan lebih besar mereduksi CRO untuk mengubah LDL kolesterol.
Sehngga dapat diambil dua keuntungan untuk statin yaitu; menurunkan lipid dan mereduksi inflamasi.
Isu terpanas saat ini adalah statin dengan generik, atau onset awal dari penyakit diabetes, kemudian aman atau tidak pada ginjal. Tentunya bervariasi sesuai dari pabrik pembuatnya.

Berikut ini adalah peringatan FDA (Pengawas Obat Amerika) yang dikeluarkan bulan maret tahun 2010;
1.       No Simvastatin with Itraconazole, ketoconazole, erythromicin, clarithomycin, telithromycin< HIV protease inhibitors, or nefazodone
2.       No simvastatin > 10 mg with gemfibrozil, cyclosporine, or danaol
3.       No simvastatin > 20 mg with amiodarone or verapamil
4.       No simvastatin > 40 mg with diltiazem
5.       Patients of Chinese descent should not receive simvastatin 80 mg with cholesterol-modifying doses of niacin-containing products
6.       Caution when such patiens are treated with simvastatin 40 mg or less in combination with cholesterol modiffying doses of niacin-containing products.

Kunsantri Nurrobbbi, MD
Dapat direvisi kemudian

0 Komentar Anda: