Our social:

Jumat, 22 Maret 2013

Fraktur Pelvis

 
Bisa terjadi karena lateral kompresi atau  anteroposterior kompresi. Memasang pelvic  binder terjadi immobilisasi secara stabil. Dengan menggunakan drapping dapat mendapatkan stabilisasi yang baik. Pada fase akut dengan mereduksi pelvic agar stabil. Dan mencegah tamponade. Circumferential binder sangat penting pada fase akut. Untuk tingakan selanjutnya dapat diteruskan dengan laparotomi apabila diperlukan.

Terjadi distruksi pada sacroiliaca joint. Kerusakan sacroiliaca menyulitkan shock. Pelvic yang tidak stabil. Lasifikasi karena anterolateral compression. Untuk melakukan stabilisasi pelvis dapat mengurangi kebutuhan transfusi. Terjadinya persisten hipotensi perlu diketahui arteriografi. Perdarahan retroperitoneal maka ada usaha lain untuk packing peritoneal.
Pada fase akut reusitasi dan rekonstruksi untuk hemodinamik instabilisasi selanjutnya dapat diikuti laparotomi eksplorasi maupun masalah urogenital.

Segera dilakukan incisi kemudian dilakukan evaluasi pada fase akut dengan perivesical packing, hingga presacral area. Diikuti algoritme ketika terjadi unstable pelvis. Stabilisasi hemodinamic dahulu kemudian dipilih stabil atau tidak stabil. Ekstrim bila pasien stabil. Kita dapat melakukan early packing untuk kemudian dipersiapkan masuk ruang ICU. 

Borderline sulit diketahui maka perlunya pemahaman dengan parameter klinik. Syok atau tidak blood pressure, hypotermia, atau terjadinya penyulit untuk itu persiapan managemen fraktur pelvis dengan abdomen. Untuk urogenital dan trauma pelvis ada algoritma dahulu. Untuk definitif terapi, dilakukannya fixasi pelvis baik invasif maupun noninvasif. Fixasi dapat melakukan exteral fiksasi dengan iliaca. Tindakan ilioasacral screws dari bagian belakang menuju sakrum

Pancreatitis
Pankreatitis dilakukan FNAB untuk mengetahui jenis pancreatitis. Terjadinya ascites dan nekrotik pancreatitis perlu dilakukan manajeman. Penelitian di Georgia menunjukkan late atau early saat dialkukan manajemen ternyata tidak ada perbedaan yang signifikan. Hanya saat dilakukannya intervensi bedah perlu diberikan waktu yang tepat kapan harus dilakukan atau perlu tidaknya dilakukan.
Acute pancreatitis benign namun bila keliru  manajemen dapat berakibat fatal.

Kunsantri Nurrobbbi, dr. M.HI 
Dapat direvisi kemudian 
Maret 2013

0 Komentar Anda: