Our social:

Sabtu, 16 Maret 2013

NYERI ?

Manajemen nyeri


Pain atau nyeri berasal dari bahasa latin yang disebut poena yang artinya punishment atau hukuman dalam bahasa Indonesia. Menurut dr. Yoga I Kasjmir, Sp.PD-KR seorang dokter ahli nyeri dibagi menjadi dua yaitu nosiseptif dan neuropatik. Di Inggris dalam penelitian 6.000 orang dewasa menunjukkan 48% nyeri kronik dan 8 % diantaranya berupa nyeri neuropatik. Berdasarkan klasifikasi :

1.       Temporal
2.       Fisiologik
3.       Etiologi
4.       Mekanisme dasar
5.       Regio
6.       Berdasarkan pengalaman

Inflamasi atau non inflamasi. NSAID harus memiliki lokasi yang jelas. Pada saat ini berkaitan dengan mekanisme yang jelas tergantung nosiseptif dan neuropatik yang memiliki komponen yag jelas.
Diagnosis membedakan mixed atau terlokalisir  penting sekali dilakukan sehingga mampu membedakan nosiseptif atau neuroseptif. Pada pendiagnosisan awal adalah nosiseptif bila ada kerusakan misalnya nyeri pada  luka yang terlihat dengan mata bila kasat mata sembuh maka nyeri hilang.
Untuk pengobatan nyeri menurut dr. Nyoman sebaiknya menggunakan steroid dulu pada saat akut nyeri atau akut inflamasi kemudian setelah tenang seminggu dua minggu kemudian AH dapat digunakan. Contoh lain misalnya trigeminal neuralgia digunakan relaksasi dahulu dengan respon individual misalkan dengan intervensi pada tahap akhir. Pada perilaku nyeri awal dengan pengkajian terprogram. Obat-obat yang dapat digunakan berupa adjuvant. Perlu pula ditangani oleh ahli psikiater atau ahli jiwa berkaitan dengan nyeri yang terjadi terus-menerus.
Pada pasien geriatri yang memiliki banyak masalah berkaitan dengan resiko cardiovascular. NSAID hanya diberikan dalam keadaan yang diperlukan. NSAID dapat menimbulkan retensi cairan menyebabkan tekanan darah meningkat  atau edema pada perifer. Dengan salisilat merupakan NSAID minimal yang baik untuk kardiovascular namun juga memiliki efek samping pada GI track. Untuk geriatri perlu dengan prinsip perlahan sebelum bertahap dengan dosis yang akan ditingkatkan karena kecenderungan organ yang menurun fungsinya.

COX-2 memiliki respon yang baik untuk analgetik namun pada cardiovascular perlu pengawasan tertentu. Pada saat ini NSAID tidak lagi menjadi lini pertama untuk geriatri. Yang terpenting adalah faktor persepi psikologis dari tiap pasien. 

 Kunsantri Nurrobbbi, dr, M.HI
dapat direvisi kemudian
Maret 2013

0 Komentar Anda: