Our social:

Sabtu, 16 Maret 2013

OSTEOARTHRITIS

Menurut dr. Natsir Akil ahli Reumathologi paling banyak Osteoarthritis yang meningkat drastis tiap tahunnya. Bahkan 30 tahun sudah menderita osteoarthritis. Jaringan sendi tidak mempunyai pembuluh darah sehingga berfungsi meredam jaringan di bawah tulang (jaringan rawan sendi). Condrosit adalah peran utama untuk tanggung jawab remodelling tulang rawan sendi ini. Memiliki kemampuan rendah baik regenerasi maupun metabolisme.

(Sobotta, Atlas der Anatomie des Menschen)
Boleh dikatakan rawan karena memang rawan kerusakan. Enzim proteinase yang terjadi akibat osteoarthritis yang menyebabkan degenerasi. Banyak faktor yang mempengaruhi antara lain usia diatas 50 tahun. Berat badan yang tak terkontrol. Kurang bergerak dalam jangka waktu lama. Pekerjaan yang ekstrim. Proses degradasi lebih dominan dibanding proses anabolik. Terjadinya tekanan mekanik yang menyebabkan fungsi menjaga matriks ekstraseluler. Proses anabolik menyebabkan matriks ekstraseluler yang membuat mediator inflamasi menjadi terpacu. Proses ini terjadi secara terus-menerus.

Peran obesitas dalam rawan sendi. Tekanan mekanik radikal yang besar mempercepat kerusakan. Obesitas memiliki lemak yang menghasilkan sitokin jahat yang merusak rawan sendi. Begitu pula gerakan yang malas karena obesitas turut membantu terjadinya percepatan kerusakan rawan sendi.

Faktor lain adalah lutut yag kurang kuat menahan beban sehingga terjadinya malformasi perlahan sebagai contoh kaki yang miring karena menahan beban berat tubuhnya sendiri. Diawali matriks seluler atau sel condrosit yang saling merusak.
Untuk diagnosis dengan gambaran klinis memerlukan tambahan radiologis dan laboratoris selain daripada fisik. Berdasarkan radiografis mudah dilihat penyempitan spasi antar tulang ataupun penebalan distal tulang.
Klinis dan Radiografik Nyeri lutut ditambah paling kurang 1 sampai 3 kriteria berikut:
Ø  Umur > 50th
Ø  Kaku < 30 menit
Ø  Krepitus
Ø  Alat bantu untuk rawat jalan
Ø  Patellar taping
Ø  Penggunaan sepatu yang tepat
Ø  Pemakaian insole pada bagian lateral (genu varum)
Ø  Bracing
Ø  Terapi okupasi
Ø  Proteksi sendi dan energy conservation
Ø  Alat bantu untuk aktifitas sehari-hari

Dengan memperhatikan faktor-faktor yang  berkaitan sehingga pengobatan nonfarmakologis juga berperan signifikan. Berolahraga seperti aerobik yang terprogram sebagai contoh otot quadriceps dan gluteal sehingga faktor-faktor pencetus terjadinya OA dapat diturunkan.

Untuk pengobatan boleh dengan analgesik yang aman first line seperti paracetamol hingga COX selektif lebih aman dari lambung. Namun perlu perhatian pada pasien dengan gangguan jantung.

Pro dan kontra terapi:
Ø  Acitaminofen
Ø  NSAID topikal
Ø  Capsaicin topikal
Ø  NSAIDs : penghambat COX 2 selektif
Ø  Glukosamin dan kondroitin : Mekanisme sulit dipahami berdasarkan penelitian random yang masih dalam perdebatan
Ø  Opioid
Ø  Kortikosteroid intra artikuler
Ø  Asam Hyaluronat intra-artikuler
Ø  Disease modifying OA drugs (DMOADs)
Ø  Lain-lain yang masih dalam penelitian untuk multiterapi seperti; kalsitonin, vitamin D, cathepsin K, dan ADAMTS5, prostaglandin E2, inducible nitric oxide synthase (iNOS), histamin, bradikinin-B2 receptor antagonist dan nerve growth factor (NGF).
Perlu diperhatikan saat dilakukan pemeriksaan apakah ada tanda inflamasi atau saat tidak inflamasi. Jika saat terjadinya inflamasi akut tentunya lebih mudah didiagnosis. Sehingga penentuan kriteria dapat bervariasi. Contohnya pada penyakit autoimun yang menyebabkan proses OA terjadi yang bersifat timbul tenggelam. Saat inflamasi dapat pula dikacaukan dengan septik arthritis karena cedera, GOUT, ataupun karena proses degeneratif tentunya berbeda dan membutuhkan ketelitian lebih.

Morbiditas atau penyakit lain seperi diabetes sedikit mengacaukan sehingga perlu penandaan khusus terhadap pasien yang dimaksud. Hati-hati dalam mengandalkan symptoms gunakan logika yang tepat karena pengobatan yang terjadi berefek terutama pada GI track, antikoagulan, ataupun penyakit jantung. Untuk pengobatan topikal vs oral. Membutuhkan penelitian lebih lanjut. Dan memiliki spesifikasi genetis ras tertentu berkaitan dengan respon pasien yang mendapat pengobatan.
 
Kunsantri Nurrobbbi, dr, M.HI dapat direvisi kemudian Maret 2013

0 Komentar Anda: