Our social:

Sabtu, 16 Maret 2013

SISTEMIK LUPUS ERITEMATOSUS

Di Amerika Serikat terjadi penyakit ginjal  tahap akhir dengan penyebab lupus nefritis meningkat dari 1,16 kasus per juta penduduk pada 1982 menjadi 4,9 kasus per juta penduduk (English Medical Journal, 2011).
Ginjal
(Sobotta, Atlas der Anatomie des Menschen)
Pada intinya dalah penyakit sistemik. Pada pendiagnosisannya belum ada yang spesisfik namun ditegakkan. Misal rash discoid sangat sulit. Dibuatlah kriteria LES menurut American College of Rheumatology :
1.       Malar rash
2.       Discoid rash
3.       Photosensitivity
4.       Oral ulcers
5.       Arthritis
6.       Serositis
7.       Renal disorders
8.       Neurologic disorders
9.       Hematologic disorders
10.   Imunologic disorders
11.   ANA
Untuk pengobatan topikal sunscreen untuk symptoms skin. Untuk pengobatan dengan steroid merupakan pengobatan yang utama. Menurut dr. Linda K. Wijaya, Sp.PD-KR dalam sesi tentang Lupus eritematosus sistemik Balikpapan Rheumatology Update (Sabtu, 16/03/13) terapi seperti Prednison 10 mg dan Hydroychloroquin atau juga dapat digunakan obat malaria bila tidak ada  namun perlu kehati-hatian terhadap efek samping optikal. Untuk kloroquin jangka panjang efek sampingnya pada retina mata. Dibagi menjadi dua yaitu induksi yang bertujuan mencapai remisi klinik secara cepat dan sempurna (6 bulan pertama) dan pemeliharaan yang bertujuan mempertahankan remisi diatas. Remisi dipertahankan dengan mengontrol efek samping pada optikal. Komplikasi dapat terjadi berdasarkan komplikasi terapi ataupun komplikasi penyakit itu sendiri

Pemeriksaan-pemeriksaan penunjang sebaiknya dilakukan menurut Prof. DR. dr. Syakib Bakri, Sp.PD-KGH terutama pada komplikasi lanjutan jangka panjang.  Tujuan pengobatan untuk mempertahankan remisi, memaksimalkan fungsi ginjal, dan mencegah flare renal. Sehingga harapan hidup meningkat. Mengontrol proteinuri sangat penting karena merusak sisemik, kemudian tekanan darah yang tinggi dapat memperparah komplikasi ke organ lain selain ginjal. Kontrol proteinuri sangat penting meskipun belum diikuti hipertensi.

Terhadap respon terapi mengenal complete respon atau penurunan proteinuri terutama pastial respons. Sehingga creatinin ratio dapat dikontrol. Mencari dosis efektif selama 6 bulan dengan jalan ditappering. Kombinasi seperti Cyclospospamide (CYC) dengan obat-obat lain boleh diberikan dengan penyesuaian sesuai kelas. Maintenance biasanya digunakan MMF atau Mycophenolate mofenil. Adjuvan berupa kontrol proteinuria tetap harus dilakukan. Perlu diberikan diuretik digunakan tiazid. Bila ada gangguan ginjal ditambah dengan beta bloker. Tekanan darah paling baik diturunkan dengan ARB. Hiperkalemia. Dan dapat dilakukan pengobatan multidisiplin bersinergi dengan pengobatan gagal ginjal kronik.
Pada Nefritis  SLE obat NSAID apa yang paling aman ?
Menurut Profesor Syakib sebaiknya nefritis lupus yang mengganggu ginjal dengan injuksi minimal singkat namun tidak untuk jangka panjang. Kemudian setelah remisi kita evaluasi lagi dengan jangka waktu minimal setahun atau dua tahun. Cukup visible jika diberikan maintenance dengan metil prednisolon dengan terkontrol evaluainya.
Dengan gangguan Nefritis SLE cukup dengan kortikosteroid. Pemberian Clhoroquin perlu dengan pemantauan. Sehingga tidak ada NSAID khusus yang diberikan. Pada in case terpaksa dilakukan dengan perhatian khusus pula.



Kunsantri Nurrobbbi, dr, M.HI  
dapat direvisi kemudian 
Maret 2013

0 Komentar Anda: